Penerapan PF dalam budidaya tanaman dapat berpotensi menghasilkan produksi atau hasil yang lebih besar dengan tingkat input (pupuk, kapur, herbisida, insektisida, fungisida, bibit) yang sama atau hasil yang sama dengan pengurangan input. Oleh karena itu, PF merupakan revolusi dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis teknologi informasi.
GIS atau SIG sendiri ialah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.
Menurut Murai (1999). SIG sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.
GIS atau SIG sendiri ialah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.
Terdapat kata Sistem Informasi dalam kata SIG, Sistem Informasi sendiri memiliki arti Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.
Sistem Informasi dalam SIG sangatlah berpengaruh, dimana memiliki fungsi :
- Membantu dalam Proses Observasi
- Membantu dalam Proses Pengukuran
- Membantu dalam menyediakan Deskripsi
- Membantu dalam Proses Penjelasan sebuah data
- Dalam tingkat yang lebih tinggi, dapat membantu dalam pembuatan ramalan (Forecast)
- Dapat membantu dalam Pengambilan keputusan.
Dalam Sistem Informasi Geografis, sistem ini memiliki tujuan utama Pengambil keputusan dalam Proses mengelola :
- Lahan (Land)
- Sumberdaya (Resources)
- Transportasi (Transportation)
- Penjualan Eceran (Retailing), Serta Kegiatan spesial lainnya.
SIG membuat hubungan antara aktivitas berdasarkan dengan kedekatan geografik (Geographic Proximity)
Dalam Proses pengolahan suatu data, dalam SIG terdapat 7 Proses yang berkelanjutan, yakni :
- Data Capturing
- Map Base Registering
- Data Interpretating
- Converting data to Digital Format
- Data Storing in Computer
- Data Processing
- Display Result
Dalam konsep SIG, data yang didapatkan lebih banyak dalam bentuk gambar, dimana kebanyakan terdapat 2 Format yang digunakan oleh sistem SIG dalam menyimpan dan menampilkan sebuah data yang khususnya berbentuk gambar yaitu RASTER & VEKTOR
RASTER
- Data pada gambar Raster dibagi dalam cell, Pixels atau elements
- Cells pada gambar diorganisir dalam arrays (bersifat mirip matriks)
- Masing masing cell memiliki nilai tunggal
- Contoh yang umum dari tipe gambar Raster adalah Digital Image
VEKTOR
- Data yang ada berasosiasi dengan titik titik, garis garis ataupun batasan luasan tertutup
- Letak titik titik berdasarkan koordinat
- Luasan atau Poligon digambarkan oleh serangkaian vektor yang menutup luasan.
4 POIN PERBANDINGAN ANTARA RASTER DENGAN VEKTOR.
- Raster bersifat efisien ketika membandingkan informasi antara Arrey dengan ukuran cell sama
- File Raster umumnya memiliki ukuran yang lebih besar karena masing masing cell menempati baris data terpisah, hanya satu attribute dapat ditandai ke masing masing cell dan ukuran cell relative lebih kecil.
- Format Vektor bersifat efisien ketika membandingkan informasi bentuk dan ukuran objek geografik yang berbeda.
- File Vektor jauh lebih kecil karena jumlah yang relatif kecil dari vektor justru dapat menggambarkan daerah yang luas dan memiliki banyak atribut dapat berasal dari daerah daerah tersebut.