Batman Begins - Help Select

Minggu, 23 Februari 2020

SIG 3 - DATUM GEODETIK & UNIVERSAL TRANSVERSE MERCATOR

Terdapat beberapa pengertian Datum Geodetik atau Referensi Permukaan atau Georeferensi yaitu :

  1. Datum geodetik atau referensi permukaan atau georeferensi adalah parameter sebagai acuan untuk mendefinisikan geometri ellipsoid bumi serta orientasi sumbu koordinat terhadap tubuh bumi. Datum geodetik diukur menggunakan metode manual hingga yang lebih akurat lagi menggunakan satelit.
  2. Parameter sebagai acuan untuk mendefinisikan geometri ellipsoid bumi. Datum Geodetik diukur menggunakan metode manual, yang lebih akurat lagi dengan menggunakan satelit.

Jenis geodetik menurut metodenya:
Datum horizontal adalah datum geodetik yang digunakan untuk pemetaan horizontal. Dengan teknologi yang semakin maju, sekarang muncul kecenderungan penggunaan datum horizontal geosentrik global sebagai penggganti datum lokal atau regional.


Datum vertikal adalah bidang referensi untuk sistem tinggi ortometris. Datum vertikal digunakan untuk merepresentasikan informasi ketinggian atau kedalaman. Biasanya bidang referensi yang digunakan untuk sistem tinggi ortometris adalah geoid.



Jenis datum geodetik menurut luas areanya:
Datum lokal adalah datum geodesi yang paling sesuai dengan bentuk geoid pada daerah yang tidak terlalu luas. Contoh datum lokal di Indonesia antara lain: datum Genoek, datum Monconglowe, DI 74 (Datum Indonesia 1974), dan DGN 95 (Datum Geodetik Indonesia 1995).


Datum regional adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang bentuknya paling sesuai dengan bentuk permukaan geoid untuk area yang relatif lebih luas dari datum lokal. Datum regional biasanya digunakan bersama oleh negara yang berdekatan hingga negara yang terletak dalam satu benua. Contoh datum regional antara lain: datum indian dan datum NAD (North-American Datum) 1983 yang merupakan datum untuk negara-negara yang terletak di benua Amerika bagian utara.

Sedangkan Eurepean Datum 1989 digunakan oleh negara negara yang terletak di benua eropa, dan Australian Geodetic Datum 1998 digunakan oleh negara negara yang terletak di benua australia. Datum global adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang sesuai dengan bentuk geoid seluruh permukaaan bumi. 

Karena masalah penggunaan datum yang berbeda pada negara yang berdekatan maupun karena perkembangan teknologi penentuan posisi yang mengalami kemajuan pesat, maka penggunaan datum mengarah pada datum global. Datum datum global yang pertama adalah WGS 60, WGS66, WGS 72, awal tahun 1984 dimulai penggunaan datum WGS 84, dan ITRF.

Universal Transverse Mercator ( UTM ) 
adalah sistem untuk menetapkan koordinat ke lokasi di permukaan bumi . Seperti metode tradisional garis lintang dan bujur , ini adalah representasi posisi horizontal , yang berarti ia mengabaikan ketinggian dan memperlakukan bumi sebagai ellipsoid yang sempurna. Namun, ia berbeda dari garis lintang / bujur global karena ia membagi bumi menjadi 60 zona dan memproyeksikan masing-masing ke bidang sebagai dasar koordinatnya. Menentukan lokasi berarti menentukan zona dan koordinat x , y pada bidang itu. Proyeksi dari spheroid ke zona UTM adalah beberapa parameterisasi dari proyeksi Mercator transversal . Parameter bervariasi berdasarkan negara atau wilayah atau sistem pemetaan.

Sistem UTM membagi Bumi menjadi 60 zona, masing-masing memiliki garis bujur 6 °. Zona 1 mencakup garis bujur 180 ° hingga 174 ° W; penomoran zona meningkat ke timur ke zona 60, yang mencakup garis bujur 174 ° E hingga 180 °. Wilayah kutub selatan 80 ° S dan utara 84 ° N tidak termasuk.

Masing-masing dari 60 zona menggunakan proyeksi Mercator transversal yang dapat memetakan wilayah besar utara-selatan dengan distorsi rendah. Dengan menggunakan zona sempit 6 ° bujur (hingga 668 km) lebarnya, dan mengurangi faktor skala sepanjang meridian pusat menjadi 0,9996 (pengurangan 1: 2500), jumlah distorsi ditahan di bawah 1 bagian dalam 1.000 bagian dalam. setiap zona. Distorsi skala meningkat menjadi 1,0010 pada batas zona di sepanjang garis khatulistiwa .

Di setiap zona faktor skala meridian pusat mengurangi diameter silinder melintang untuk menghasilkan proyeksi garis potong dengan dua garis standar , atau garis skala sebenarnya, sekitar 180 km di setiap sisi, dan sekitar sejajar dengan, garis tengah pusat ( Arc cos 0,9996 = 1,62 ° di Ekuator). Skala kurang dari 1 di dalam garis standar dan lebih besar dari 1 di luarnya, tetapi distorsi keseluruhan diminimalkan.



Rabu, 19 Februari 2020

RANCANGAN PERCOBAAN - 2. RAK & RAL


Rancangan Acak Lengkap (RAL)

     Suatu percobaan yang digunakan homogen atau tidak ada faktor lain yang mempengaruhi respon di luar faktor yang diteliti. Pada rancangan acak lengkap (RAL) digunakan jika kondisi unit percobaan yang digunakan relatif homogen. Penerapan perlakuan terhadap unit percobaan dilakukan secara acak terhadap seluruh unit percobaan. Seperti percobaan-percobaan yang dilakukan di laboratorium atau rumah kaca yang pengaruh lingkungannya lebih mudah dikendalikan.



     Rancangan acak lengkap dipergunakan jika variabel luar tidak diketahui, atau bila pengaruh variabel ini yang sengaja tidak dikontrol terhadap variasi subyek, adalah sangat kecil. Rancangan ini juga dipakai jika diketahui bahwa subyek keadaannya seragam dan inferensi yang dibuat berdasarkan hasil percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat luas serta berlaku untuk populasi yang lebih beragam. Oleh karena itu, rancangan ini tidak disarankan jika hasil ujinya dipergunakan untuk inferensi populasi yang lebih beragam


    RAL selain perlakuan, semua harus sama (homogen), hal ini membawa konsekuensi bahwa, selain perlakuan tidak ada faktor lain yang dianggap berpengaruh terhadap hasil pengamatan. Oleh karena itu dapat diajukan suatu model analisis :



Yijk = μ + τi + εij


Yijk = nilai pengamatan pada perlakuan ke-i & ulangan ke-j

μ = nilai tengah umum
τi = pengaruh perlakuan ke-i
εij = galat percobaan pada perlakuan ke-i & ulangan ke-j


    Kelebihan RAL adalah perhitungannya sederhana. RAL dapat diterapkan pada percobaan dengan ulangan pengamatan sama dan tidak sama. Keuntungan menggunakan RAL antara lain :

1. Rancangan percobaannya lebih mudah.

2. Apabila jumlah perlakuan hanya sedikit, dimana derajat bebas 

    galatnya juga kecil

3. Analisis statistik terhadap data percobaan sederhana.
4. Fleksibel dalam jumlah penggunaan perlakuan dan ulangan 

    (dapat dilakukan pada ulangan yang tidak sama).

5. Terdapat alternatif analisis nonparametrik yang sesuai.
6. Permasalahan data hilang dapat mudah ditangani
7. Tidak memmerlukan tingkat pemahaman yang tinggi mengenai 

    bahan percobaan



    Kekurangan RAL antara lain adalah :
1. Terkadang tidak efisien.
2. Tingkat ketepatan (presisi) mungkin tidak terlalu memuaskan 

    kecuali unit percobaab benar-benar homogen

3. Pengulangan percobaan yang sama mungkin tidak konsisten 
    (lemah) apabila satuan percobaan tidakbenar-benarhomogen 
    terutama apabila jumlah ulangannya sedikit



Rancangan Acak Kelompok (RAK)

    Rancangan Acak Kelompok (RAK) adalah suatu ranangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan satuan percobaan kedalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok. Pengelompokan digunakan untuk usaha memperkecil galat, dan untuk membuat kragaan satuan-satuan percobaan di dalam masing-masing kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin.

    Jika pada RAL satuan percobaan yang digunakan harus homogen maka pada RAK tidak perlu homogen, dan untuk ketidak homogenan tersebut akan dikelompokkan menjadi satuan-satuan yang mendekati homogen, dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengelompokkan adalah untuk menjadikan keragaman dalam kelompok menjadi sekecil mungkin dan keragaman antar kelompok sebesar mungkin. 



Model analisis RAK adalah sebagai berikut :

Yij = μ + τi + βj + εij



Yij = nilai pengamatan pada perlakuan ke – i kelompok ke – j
μ = nilai tengah umum
τi = pengaruh perlakuan ke - i
βj = pengaruh kelompok ke - j
εij = galat percobaan pada perlakuan ke-i & kelompok ke-j
p = banyaknya perlakuan
r = banyaknya kelompok / ulangan



    Kelebihan RAK antara lain sebagai berikut :

1. Lebih efisien dan akurat dibandigkan dengan RAL 
    (Pengelompokan yang efektif dapat meunurukan jumlah kuadrat 
    galat, sehingga akan meningkatkantingkat ketepatan atau bisa 

    mengurangi julah ulangan)

2. Lebih fleksibel (Banyaknya perlakuan, Banyaknya 
    ulangan/kelompok, dan Tidak semua kelompok memerlukan 

    ulangan yang sama)

3. Penarikan kesimpulan lebih luas karena kita bisa juga melihat 

    perbedaan diantara kelompok

4. Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis dan  

    lain-lain.


    Kekurangan RAK antara lain adalah :

1. Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis.
2. Interaksi antar kelompok perlakuan sangat sulit.
3. Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan 
    semakin meningkatnya jumlah satuan percobaan dalam 

    kelompok.

4. Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, 
    sehingga sensitifitasnya akan menurun terutama apabila jumlah 
    perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan 

    kecil (homogen).

5. Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan 

    percobaan untuk suksesnya pengelompokan.

6. Jika ada data yang hilangmemerlukan perhitungan yang rumit.

Senin, 17 Februari 2020

SIG - 2 . KONSEP DESAIN DATABASE

Database (Basis data) merupakan kumpulan dari file / arsip / data yang saling berhubungan yang tersimpan di simpanan luar komputer atau dalam media penyimpanan tertentu untuk memanipulasinya. Basis data diorganisasikan sedemikian rupa sehingga untuk nantinya dapat dimanfaatkan dengan efektif dan efisien serta mudah. Desain Database atau basis data adalah proses menghasilkan detail (rinci) model data dari basis data (database).

Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data yang dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan baik. Terdapat beberapa alasan mengapa desain database perlu untuk dilakukan, salah satu adalah untuk menghindari pengulangan data (data redundancy).

Dalam KONSEP DATABASE ini terdapat beberapa istilah dalam Analisis Kebutuhan diantara nya :

1. DFD ( Data Flow Diagram )
Data Flow Diagram (DFD) memberikan sebuah model tampilan visual yang menggambarkan aliran data atau informasi dalam sebuah sistem. Penggambaran DFD menyatakan dari mana/siapa(orang yang terlibat dalam proses system) datangnya informasi, dan dikirim kemana/ke pada siapa(orang yang terlibat dalam proses system) informasi tersebut dibutuhkan untuk di simpan dan diakses.

2. ERD ( Entity Relationship Diagram )
Diagram Hubungan Entitas atau entity relationship diagram merupakan model data berupa notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang menggambarkan hubungan antara penyimpan. Model data sendiri merupakan sekumpulan cara, peralatan untuk mendeskripsikan data-data yang hubungannya satu sama lain, semantiknya, serta batasan konsistensi. Model data terdiri dari model hubungan entitas dan model relasional. Diagram hubungan entitas ditemukan oleh Peter Chen dalam buku Entity Relational Model-Toward a Unified of Data. Chen mencoba merumuskan dasar-dasar model dan setelah itu dikembangkan dan dimodifikai oleh Chen dan banyak pakar lainnya. Pada saat itu diagram hubungan entitas dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak yang juga merupakan modifikasi khusus, karena tidak ada bentuk tunggal dan standar dari diagram hubungan entitas.

3. STD ( State Transition Diagram )
Diagram transaksi keadaan atau state transition diagram (STD) adalah diagram yang digunakan untuk menggambakan keadaan keadaan yang menjadi perilaku sistem berikut perubahan atau transisinya.

Dalam Konsep Desain Database terdapat beberapa Model Desain :
1. Data Design
  • Mengubah Informasi Menjadi Struktur data untuk mengimplementasikan software.
  • Data design dibuat berdasarkan data dictionary dan ERD
2. Architectural Design
  • Mendefinisikan relasi antara elemen elemen struktural
  • Utamanya adalah pola desain yang digunakan untuk mencapai kebutuhan yang ditentukan
  • Desain Ini berdasarkan spesifikasi sistem serta model
  • Analisis (Bagian DFD) dan Interaksi antara sub sistem
3. Interface Design
  • Merupakan desain yang menggambarkan bagaimana cara sistem berkomunikasi dengan user atau pengguna sistem.
4. Yang terakhir adalah Component System Design



TUJUAN PERANCANGAN DATABASE:

1. Untuk memenuhi informasi yang berisi kebutuhanûkebutuhan user secara khusus dan aplikasinya.
2. Memudahkan pengertian struktur informasi
3. Mendukung kebutuhanûkebutuhan pemrosesan dan beberapa objek penampilan (respone time, processing time dan strorage space).

Dalam Penyusunan serta perancangan Database, Terdapat 6 Fase yaitu :

1. Pengumpulan dan analis
a. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
b. Peninjauan dokumentasi yang ada
c. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
d. Daftar pertanyaan dan wawancara

2. Perancangan database secara konseptual
a. Perancangan skema konseptual
b. Perancangan transaksi

3. Pemilihan DBMS
a. Faktor teknis
b. Faktor Ekonomi dan Politik organisasi

4. Perancangan database secara logik (data model mapping)
a. Pemetaan (Transformasi data)
b.Penyesuaian skema ke DBMS

5. Perancangan database secara fisik
a. Response Time
b. Space Utility
c. Transaction Throughput

6. Phase Implementasi Sistem Database

Beberapa contoh Aplikasi yang dapat digunakan dalam Perancangan Desain Database adalah :

1. Microsoft Access
2. Microsoft SQL
3. My SQL
4. Postgre SQL
5. Oracle
6. Informix
7. DB2

RANCANGAN PERCOBAAN - 1 . PENDAHULUAN

Perancangan percobaan atau biasa disebut rancangan percobaan (Design of Experiment) adalah kajian mengenai penentuan dimana kerangka dasar serta kegiatan pengumpulan informasi terhadap objek yang memiliki variasi (stokastik), berdasarkan prinsip-prinsip statistika.


Bidang ini merupakan salah satu cabang yang cukup penting dalam statistika inferensial dan diajarkan di banyak cabang ilmu pengetahuan di perguruan tinggi karena berkaitan erat dengan pelaksanaan percobaan (eksperimen).


Perancangan percobaan dapat dikatakan sebagai "jembatan" bagi peneliti untuk bergerak dari hipotesis menuju pada eksperimen agar memberikan hasil yang valid secara ilmiah. Dengan demikian, perancangan percobaan dapat dikatakan sebagai salah satu instrumen dalam metode ilmiah.


PRINSIP PERANCANGAN PERCOBAAN

1. Pengacakan (Randomization)
Pengacakan adalah proses memasangkan masing masing level pada tiap faktor dengan acak dalam sebuah percobaan. Pengacakan dilakukan sebagai jaminan akan peluang yang sama bagi setiap satuan percobaan untuk mendapat suatu perlakuan.

2. Pengulangan (Replication)
Pengukuran biasanya selalu memiliki variasi dan ketidakpastian. Dengan mengulangi keseluruhan percobaan, akan bisa membantu mengidentifikasi sumber dari variasi tersebut.

3. Blocking
Blocking adalah mengatur percobaan menjadi beberapa group (block) yang masing masing group berisi faktor yang sejenis. Blocking membantu untuk mengetahui apakah ada pengaruh block terhadap hasil percobaan.

4. Ortgonal
Ortogonalitas adalah prinsip yang penting dalam hal rancangan-rancangan berblok tidak lengkap atau data tidak setimbang (unbalanced). Ortogonalitas menjamin bahwa pendugaan (estimation) dapat dilakukan. Selain itu, ortogonalitas akan menjaga agar efisiensi suatu rancangan tetap tinggi.

5. Factorial Experiment
Factorial experiment berati, dalam percobaan semua level dari tiap faktor di perhitungkan, bukan mengubah satu persatu faktor yang ada. Metode ini membuat percobaan menjadi lebih efisien.

MENGAPA DALAM SEBUAH PENELITIAN PERLU ADANYA RANCANGAN PERCOBAAN

1. Memperbaiki proses hasil

2. Mengurangi keragaman

3. Mengurangi waktu penelitian

4. Mengurangi biaya


RANCANGAN LINGKUNGAN

1. Rancangan Acak Lengkap (RAL)

2. Rancangan Acak Kelompok (RAK)

3. Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL)

4. Rancangan Petak Terbagi (RPT)


KONSEP PENGUMPULAN DATA :
Peneliti mengadakan percobaan yang pada hakikatnya adalah mengadakan pengukuran dari suatu respon sebagai akibat pengaruh perlakuan tertentu. Dimana Perubah (Variables) ,apa yang akan kita ukur, alatnya apa serta bagaimana cara mengadakan pengukuran tersebut.

Rabu, 05 Februari 2020

SIG - 1 : REMOTE SENSING (PENGINDERAAN JARAK JAUH)

1. Definisi
  • Menurut ( Lillesand dan Kiefer, 1994 ), Penginderaan Jarak Jauh adalah ilmu dan Teknologi untuk Memperoleh informasi tentang Objek, wilayah atau fenomena dengan menggunakan suatu alat tanpa melakukan kontak langsung dengan objek, wilayah atau gejala yang dikaji. 
  • Bisa dibilang Penginderaan Jarak jauh adalah perekaman, Pengamatan serta pemahaman Objek yang jauh.
  • Dilansir dari situs gurupendidikan.co.id, Menurut ( Samhis,2019 ) Penginderaan Jauh merupakan sebuah metode dalam pengukuran dari sebuah objek atau sebuah fenomena yang dilakukan oleh sebuat alat yang dimana alat tersebut tidak melakukan kontak dengan objek tersebut. Menurutnya, beberapa alat yang digunakan seperti pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal, atau alat lainnya.
  • Menurut Colwell (1984), Penginderaan jauh merupakan pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau jauh dari objek yang diindera.
  • Menurut ( Martono, 1987 ), Yang dimaksud Remote Sensing ialah metode system identifikasi alam dan atau penentuan kondisi obyek di atas permukaan bumi dan di bawah maupun di atasnya dengan sarana pengamatan dari pelataran laut, udara maupun ruang angkasa.

Yang Pertama Kalinya mengaplikasikan Penginderaan jauh adalah Kantor Perpajakan di Negara USA.



2. Bentuk Bentuk Penginderaan Jauh

Pasif 

Sistem Penginderaan Jauh ini memanfaatkan energi pantulan dari Radiasi Gelombang Elektromagnetik atau Menyerap energi dari bumi, seperti kamera dan Detektor Inframerah Panas.

Aktif

Sistem Penginderaan Jauh ini mengirimkan energi mereka keluar dan Mencatat bagian pantulan dari energi Permukaan bumi, seperti system pemotretan radar.


3. Radiasi Elektromagnetik
  •  Merupakan bentuk energi dengan sifat gelombang, yang dimana sumber utamanya merupakan matahari.
  •  Karakteristik Radiasi elektromagnetik merupakan hal yang sangat penting untuk memahami penginderaan jauh, yaitu :
    • Panjang Gelombang
    • Frekuensi
  • SPEKTRUM ELEKTROMAGNETIK ⟶ Merupakan Perjalanan Energi sinar Matahari dalam bentuk gelombang pada kecepatan Cahaya ( C = 3.10⁸ m/s )
  • Panjang Gelombang (λ) merupakan panjang satu siklus, sedangkan frekuensi (μ) merupakan jumlah siklus panjang gelombang yang melalui titik tertentu per unit waktu, dengan satuan heartz.
  • Sinar Matahari Dapat Sampai ke bumi dalam 2 Cara :
    • TRANSMISI
      • Yaitu Gelombang sebagian melewati batas medium dan merambat menuju Medium selanjutnya
    • REFLEKSI
      • Yaitu Gelombang merambat balik kembali ke medium pertama.

4. Keunggulan Penginderaan Jauh
  • Menurut ( Sutanto, 1994 ), Penggunaan penginderaan Jauh baik diukur dari jumlah bidang penggunaannya maupun dari frekuensi penggunaannya pada tiap bidang mengalami peningkatan dengan pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor antara lain :
    • Citra menggambarkan obyek, daerah dan gejala di permukaan bumi dengan wujud dan letak obyek yang mirip ujud dan letak di permukaan bumi, relatif lengkap, meliputi daerah yang luas serta bersifat permanen.
    • Dari jenis Citra tertentu dapat ditimbulkan gambaran 3 dimensional apabila pengamatannya dilakukan dengan alat yang disebut stereoskop.
    • Karakteristik Obyek yang tidak tampak dapat diwujudkan dalam bentuk citra sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya.
    • Merupakan Satu satunya cara untuk pemetaan daerah bencana
    • Citra sering dibuat dengan periode ulang yang pendek

5. Kelemahan Penginderaan Jauh
  • Walaupun memiliki banyak kelebihan, penginderaan jauh juga memiliki kelemahan antara lain sebagai berikut :
    • Orang yang menggunakan tidak bisa orang sembarangan yang dimana harus memiliki kemampuan khusus
    • Peralatan yang digunakan memakan biaya yang tidak sedikit, alias dapat dikatakan mahal.
    • Sulit untuk memperoleh citra foto ataupun citra nonfoto.

6. Manfaat Penginderaan jauh
Berikut merupakan beberapa manfaat penginderaan jauh dalam berbagai bidang.
  • BID. KELAUTAN
    • Pengamatan Sifat Fisis Air Laut
    • Pengamatan Pasang surut air laut dan gelombang laut
    • Pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi dan yang lainnya.
  • BID. GEOLOGI
    • Menentukan Struktur geologi dan macamnya
    • Pemantauan distribusi sumber daya alam
    • Pemanfaatan di bidang pertahanan dan militer
  • BID. METEOROLOGI & KLIMATOLOGI
    • Membantu analisis cuaca dengan menentukan daerah tekanan rendah dan daerah bertekanan Tinggi, daerah hujan, badai siklon.
    • Mengetahui sistem atau pola angin permukaan
  • BID. OSEANOGRAFI
    • Pengamatan sifat fisis air seperti suhu, warna, kadar garam dan arus laut.
    • Mencari distribusi suhu permukaan.


DAFTAR PUSTAKA

K. Martono. 1987. Hukum Udara, Angkutan Udara Dan Hukum Angkasa. Bandung. Alumni Press.

Lillesland, Thomas. M dan Ralph W. Kiefer. 2007. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Sutanto, R. 1994. Pengetahuan Dasar Interpretasi Citra. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Setiawan, Samhis. 2019. https://www.gurupendidikan.co.id/penginderaan-jauh/. Diposting pada 23 Desember 2019.