Batman Begins - Help Select

Rabu, 16 Desember 2020

PENYAKIT KUDIS PADA TANAMAN MANGGA

 

AHMAD ZAYDAN HANIF – 18025010086

PENYAKIT KUDIS PADA BUAH MANGGA

Tanaman mangga merupakan tanaman yang sangat tidak asing dalam hal pemeliharaan nya khususnya di Indonesia, tanaman ini memang sangat familiar dalam hal di tumbuhkan khususnya di pekarangan rumah. Berbagai varietas telah di temukan dengan karakteristik nya masing masing. Namun secara umum, terdapat beberapa ciri khusus pada bagian tanaman, yang mana dibawah ini adalah ciri ciri bagian tanaman mangga yang normal atau dengan tumbuh kembang yang optimal, yaitu diantaranya adalah :

1.     Akar Pohon Mangga

Akar ini memiliki karakteristik yang sangat kuat dan panjang. Panjang akar dari pohon manga ini biasanya bisa mencapai kedalaman hingga 6 meter dari permukaan tanah.

 

2.     Batang Pohon Mangga

Batang pohon mangga memiliki karaktersitik yang senderung lunak. Batang tanaman ini memiliki ciri-ciri tegak, besar, keras, dan kuat. Hal ini dikarenakan batang pohon mangga memiliki cambium yang merupakan lapisan jaringan yang selnya aktif membelah. Tekstur kulit pada batang pohon mangga ini cenderung tabal dan kasar. Apabila kulit ini terluka, maka akan mengeluarkan getah. Untuk warna kulit batang pohon mangga ini adalah coklat muda hingga cokelat kehitamanan. Pohon mangga juga mempunyai cabang dan ranting yang ditumbuhi banyak daun.

 

3.     Daun Pohon Mangga

Karakteristik daun pada pohon mangga berwarna hijau dan berbentuk melebar panjang dengan ujung yang runcing tergantung varietasnya. Daun pohon mangga ini memiliki tulang daun yang menyirip.

 

4.     Bunga Pohon Mangga

Bunga pohon mangga ini berbentuk majemuk. Dimana bunga yang terdapat di setiap tandan tanaman ini berjumlah sekitar seribu sampai delapan ribu kuntum. Di setiap kuntum bunganya, memiliki ukuran yang kecil sekitar 6 sampai 8 mm.

 

5.     Buah Pohon Mangga

warna dari buah mangga ketika belum masak alias matang adalah hijau. Namun apabila sudah matang maka buah akan memiliki warna kuning kemerah-merahan. Tetapi perlu diketahui bahwa, ada juga jenis buah mangga yang tetap memiliki warna hijau ketika sudah matang. Biasanya umur mangga yang sudah mulai berbuah adalah empat tahuh untuk pohon mangga cangkokan, sedangkan untuk pohon mangga okulasi akan mulai berbuah berumur 5 sampai 6 tahun.

 

 

 

 

 

Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan. Pada Media Tanam, Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di bawah 5,5 sebaiknya dikapur dengan dolomit. Banyak riset yang mengatakan bahwa Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi.

 

Dalam pelaksanaan PKT (Pengelolaan Kesehatan Tanaman) secara terpadu ini terdiri dari beberapa Langkah, yaitu :

-        Menggunakan bibit ataupun benih yang berkualitas pada varietas mangga apapun. Jenis mangga pun harus di sesuaikan dengan lingkungan sekitar. Penentuan varietas biasanya dilihat dari varietas yang memang sudah banyak dan terbukti berhasil di budidayakan di daerah tertentu.

-        Lahan yang digunakan akan dibersihkan dari semak-semak dan tanaman liar, kemudian dilakukan pengukuran jarak tanam dan ditandai dengan pancang pada titik tanam. Jarak tanam pohon mangga idealnya 10 m x 10 m atau 12 m x 12 m. Buat lubang tanam pada titik tanam yang sudah ditentukan. Pada tanah yang bertekstur keras lubang tanam dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m x 1 m. Sedangkan pada tanah bertekstur gembur lubang tanam bisa lebih kecil, yaitu sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm.

-        Bibit dimasukkan pada lubang tanam tepat dibagian tengah lubang. Bibit mangga hendaknya ditanam sebatas leher akar saja. Lakukan penanaman pada sore hari atau pagi hari, kemudian setelah selesai penanaman, bibit disiram secukupnya. Penanaman bibit mangga sebaiknya dilakukan pada musim hujan.

-        Beberapa kegiatan dalam merawat tanaman mangga antara lain ; penyulaman, penyiraman dan penyiangan. Llakukan pengontrolan tanaman secara rutin dan segera sulam tanaman yang mati, terserang penyakit atau tanaman yang pertumbuhannya tidak normal. Pada masa – masa awal tanaman mangga kecil memerlukan air yang cukup supaya pertumbuhannya baik. Lakukan penyiraman jika tidak turun hujan dan tanah disekitar pangkal batang tanaman mengering. Pemeliharaan selanjutnya adalah penyiangan gulma atau rumput liar.

-        Melaksanakan Pemangkasan, Pemangkasan bentuk tanaman mangga pertama dilakukan pada umur 1 – 1,5 tahun. Pemangkasan dilakukan pada ketinggian 60 cm diatas tanah. Tunas yang tumbuh dipelihara 3 batang dan pilihlah tunas yang paling baik, sehat dan tumbuh keatas. Pemangkasan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2 tahun. Pemangkasan dilakukan saat musim penghujan. Pemangkasan kedua ini dilakukan dengan jarak 30 – 35 cm diatas bekas pemabgkasan pertama. Pemangkasan ketiga dilakukan ketika tanaman berumur 3 tahun. Jarak pemangkasan ketiga adalah 30 – 35 cm diatas bekas pemangkasan kedua.

 

-        Pemberian pupuk pada tanaman, pupuk yang baik untuk tanaman mangga terdapat beberapa macam, yaitu pupuk kandang/kompos, NPK, dan Urea. Dosis pemberian pupuk disesuaikan dengan tahap pertumbuhan tanaman. Semakin bertambah usia tanaman maka kebutuhan pupuk juga semakin banyak.

-        Jika bibit tanaman berasal dari hasil okulasi, biasanya tanaman mangga akan mulai berbunga ketika berusia 3 atau 4 tahun setelah tanam. Pembuahan berlangsung antara pertengahan agustus s/d desember. Panen buah mangga disesuaikan dengan kebutuhan, bisa dipanen ketika buah masih muda atau dipanen ketika buah sudah cukup tua dan hampir matang. Tanda-tanda buah mangga yang sudah tua adalah warna kulitnya yang sudah berubah menjadi hijau tua atau kebiruan.

Terdapat detil yang saya tambahkan untuk menunjang keberlangsungan PKT khususnya pada tanaman mangga ini adalah Pengadaan pohon pelindung di dekat tanaman mangga itu sendiri. Pohon pelindung sendiri ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat yang dapat mengakibatkan tanaman rubuh. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi.

Penyakit yang saya jadikan bahasan adalah Kudis pada buah mangga yang mana Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun. Gejalanya sendiri adalah adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan. Dalam hal pengendaliannya, dapat menggunakan fungisida Dithane M-45, juga Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang.

Senin, 09 Maret 2020

SIG 5 - PERTANIAN PRESISI DALAM SIG ( SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS )

   Pertanian presisi (precision farming/PF) merupakan informasi dan teknologi pada sistem pengelolaan pertanian untuk mengidentifikasi, menganalisa, dan mengelola informasi keragaman spasial dan temporal di dalam lahan untuk mendapatkan keuntungan optimum, berkelanjutan, dan menjaga lingkungan. Tujuan dari PF adalah mencocokkan beberapa sumber daya dan kegiatan budidaya pertanian dengan kondisi tanah dan keperluan tanaman berdasarkan karakteristik spesifik lokasi di dalam lahan (McBratney A and Whelan BM, 1995). 

   Penerapan PF dalam budidaya tanaman dapat berpotensi menghasilkan produksi atau hasil yang lebih besar dengan tingkat input (pupuk, kapur, herbisida, insektisida, fungisida, bibit) yang sama atau hasil yang sama dengan pengurangan input. Oleh karena itu, PF merupakan revolusi dalam pengelolaan sumber daya alam berbasis teknologi informasi.

   GIS atau SIG sendiri ialah sistem informasi khusus yang mengelola data yang memiliki informasi spasial (bereferensi keruangan). Atau dalam arti yang lebih sempit, adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis, misalnya data yang diidentifikasi menurut lokasinya, dalam sebuah database.

   Menurut Murai (1999). SIG sebagai sistem informasi yang digunakan untuk memasukkan, menyimpan, memanggil kembali, mengolah, menganalisis dan menghasilkan data bereferensi geografis atau data geospatial, untuk mendukung pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan, sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota, dan pelayanan umum lainnya.

   Terdapat kata Sistem Informasi dalam kata SIG, Sistem Informasi sendiri memiliki arti Sistem Informasi (SI) adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemen. Dalam arti yang sangat luas, istilah sistem informasi yang sering digunakan merujuk kepada interaksi antara orang, proses algoritmik, data, dan teknologi. Dalam pengertian ini, istilah ini digunakan untuk merujuk tidak hanya pada penggunaan organisasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), tetapi juga untuk cara di mana orang berinteraksi dengan teknologi ini dalam mendukung proses bisnis.

  Sistem Informasi dalam SIG sangatlah berpengaruh, dimana memiliki fungsi :
  1. Membantu dalam Proses Observasi
  2. Membantu dalam Proses Pengukuran
  3. Membantu dalam menyediakan Deskripsi
  4. Membantu dalam Proses Penjelasan sebuah data
  5. Dalam tingkat yang lebih tinggi, dapat membantu dalam pembuatan ramalan (Forecast)
  6. Dapat membantu dalam Pengambilan keputusan.
   Dalam Sistem Informasi Geografis, sistem ini memiliki tujuan utama Pengambil keputusan dalam Proses mengelola :
  1. Lahan (Land)
  2. Sumberdaya (Resources)
  3. Transportasi (Transportation)
  4. Penjualan Eceran (Retailing), Serta Kegiatan spesial lainnya.
   SIG membuat hubungan antara aktivitas berdasarkan dengan kedekatan geografik (Geographic Proximity)

   Dalam Proses pengolahan suatu data, dalam SIG terdapat 7 Proses yang berkelanjutan, yakni :
  1. Data Capturing
  2. Map Base Registering
  3. Data Interpretating
  4. Converting data to Digital Format
  5. Data Storing in Computer
  6. Data Processing
  7. Display Result
   Dalam konsep SIG, data yang didapatkan lebih banyak dalam bentuk gambar, dimana kebanyakan terdapat 2 Format yang digunakan oleh sistem SIG dalam menyimpan dan menampilkan sebuah data yang khususnya berbentuk gambar yaitu RASTER & VEKTOR

RASTER
  1. Data pada gambar Raster dibagi dalam cell, Pixels atau elements
  2. Cells pada gambar diorganisir dalam arrays (bersifat mirip matriks)
  3. Masing masing cell memiliki nilai tunggal
  4. Contoh yang umum dari tipe gambar Raster adalah Digital Image
VEKTOR
  1. Data yang ada berasosiasi dengan titik titik, garis garis ataupun batasan luasan tertutup
  2. Letak titik titik berdasarkan koordinat
  3. Luasan atau Poligon digambarkan oleh serangkaian vektor yang menutup luasan.
4 POIN PERBANDINGAN ANTARA RASTER DENGAN VEKTOR.
  1. Raster bersifat efisien ketika membandingkan informasi antara Arrey dengan ukuran cell sama
  2. File Raster umumnya memiliki ukuran yang lebih besar karena masing masing cell menempati baris data terpisah, hanya satu attribute dapat ditandai ke masing masing cell dan ukuran cell relative lebih kecil.
  3. Format Vektor bersifat efisien ketika membandingkan informasi bentuk dan ukuran objek geografik yang berbeda.
  4. File Vektor jauh lebih kecil karena jumlah yang relatif kecil dari vektor justru dapat menggambarkan daerah yang luas dan memiliki banyak atribut dapat berasal dari daerah daerah tersebut.

Minggu, 01 Maret 2020

SIG 4 - SUMBER DAYA LAHAN DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Sumber daya lahan adalah segala sesuatu yang bisa memberikan manfaat di lingkungan fisik dimana meliputi tanah, iklim, relief, hidrologi dan vegetasi yang ada. Dari semua faktor yang ada tersebut dapat mempengaruhi potensi dalam penggunaan lahannya, termasuk di dalamnya adalah akibat dari kegiatan-kegiatan manusia baik di masa lalu maupun masa sekarang. Sebagai contoh adalah penebangan hutan dan penggunaan lahan baik untuk pertanian maupun untuk bidang lainnya. 

Kaitan dengan lahan tersebut maka diperlukan suatu interpretasi lahan agar kita dapat melihat beragam komponen lahan dari berbagai segi, baik mengenai luasan, lokasi, potensi yang ada, nilai ekonomi, ekosistem yang berkembang dan sifat dari tiap komponen tersebut.


Dalam kegiatan-kegiatan yang membutuhkan informasi tentang sumber daya lahan dari suatu daerah diperluakan waktu dan biaya yang cukup mahal, karena harus dilakukan survey lapangan agar mendapatkan suatu output data seperti pemetaan wilayah, tata guna lahan, jenis tanah, ketinggian tanah, pemanfaatan lahan, dan lain-lain. Atas dasar tersebutlah para ahli berfikir bagaimana cara untuk mendapatkan suatu output data tentang sumber daya suatu daerah dengan suatu teknologi yang dapat dipergunakan dengan efisien dan bagaimana cara menyajikan data tersebut kedalam suatu tampilan yang falid dan menarik.



Maka dari itu terciptalah suatu teknologi yang sangat canggih yang mempergunakan sensor satelit, seperti pengindraan jauh (remote sensing) atau citra satelit samapai pada teknologi penyajian data seperti MapInfo, ArcView, dan lain-lain. Dengan kemajuan teknologi tersebut maka akhirnya telah berkembang sistem informasi geografi, yaitu suatu komponen yang terdiri dari perangkat keras, perangkat lunak, data geografis dan sumberdaya manusia yang bekerja bersama secara efektif untuk menangkap, menyimpan, memperbaiki, memperbaharui, mengelola, memanipulasi, mengintegrasikan, menganalisa, dan menampilkan data dalam suatu informasi berbasis geografis.




PENGERTIAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG)



Pada dasarnya, istilah sistem informasi geografis merupakan gabungan dari tiga unsur pokok: sistem, informasi, dan geografis. Dengan melihat unsur-unsur pokoknya, maka jelas SIG merupakan salah satu sistem informasi dan SIG merupakan suatu sistem yang menekankan pada unsur “Informasi Geografis”. Istilah “Informasi Geografis” mengandung pengertian informasi mengenai keterangan-keterangan (atribut) yang terdapat di permukaan bumi yang posisinya pada permukaan bumi atau keadaan sebenarnya dari peta diberikan atau diketahui. Dengan memperhatikan pengertian Sistem Informasi, maka SIG merupakan suatu kesatuan formal yang terdiri dari berbagai sumber daya fisik dan logika yang berkenaan dengan objekobjek yang terdapat di permukaan bumi. Dan, SIG merupakan sejenis perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pemasukkan, penyimpanan, manipulasi, menampilkan, dan keluaran informasi geografis berikut atribut-atributnya. Berikut subsistem dalam SIG :
  1. Data Input : Subsistem ini bertugas untuk mengumpulkan, mempersiapkan data spasial dan atribut dari berbagai sumber, dan bertanggung jawab dalam mengkonversi format data-data aslinya ke dalam format yang dapat digunakan oleh SIG.
  2. Data Output : Subsistem ini menampilkan atau menghasilkan keluaran seluruh atau sebagian basisdata baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy seperti: tabel, grafik, peta dan lain-lain.
  3. Data Management : Subsistem ini mengorganisasikan baik data spasial maupun atribut ke dalam sebuah basidata sedemikian rupa sehingga mudah dipanggil, diupdate, dan diedit.
  4. Data Manipulasi dan Analisis : Subsistem ini menentukan informasi-informasi yang dapat dihasilkan oleh SIG. Selain itu, subsistem ini juga melakukan manipulasi dan pemodelan data untuk menghasilkan informasi yang diharapkan.
Alasan penggunaan SIG dalam memberikan sistem informasi sumber daya lahan adalah :
  • SIG dapat digunakan sebagai alat bantu interktif yang menarik dalam usaha meningkatkan pemahaman mengenai konsep lokasi, ruang, kependudukan, dan unsur-unsur geografi lahan yang ada.
  • SIG menggunakan data spasial maupun atribut secara terintegrasi.
  • SIG dapat memisahkan antara bentuk presentasi dan basic data.
  • SIG memiliki kemampuan menguraikan unsur-unsur yang ada di permukaan bumi ke dalam beberapa layer atau coverage data spasial.
  • SIG sangat membantu dalam pekerjaan yang erat kaitannya dengan bidang spasial dan geoinformatika.

SIG sendiri terdiri dari beberapa komponen, yaitu :

  1. Perangkat Keras : Perangkat keras yang sering digunakan untuk SIG adalah komputer (PC), mouse, digitzer, printer, plotter, dan scanner.
  2. Perangkat Lunak : SIG juga merupakan sistem perangkat lunak yang tersusun secara modular dimana basisdata memegang peranan kunci. Setiap subsistem diimplementasikan dengan menggunakan perangkat lunak yang terdiri dari beberapa modul.
  3. Data dan Informasi Geografi : SIG dapat mengumpulkan dan menyimpan data dan informasi yang diperlukan baik secara tidak langsung dengan cara mengimportnya dari perangkat-perangkat lunak SIG yang lain maupun secara langsung dengan cara mendijitasi data spasialnya dari peta dan memasukkan data atributnya dari tabel-tabel dan laporan dengan menggunakan keyboard.
  4. Manajemen : Suatu proyek SIG akan berhasil jika dimanage dengan baik dan dikerjakan oleh orang-orang memiliki keahlian yang tepat pada semua tingkatan.

Dalam masalah ini, saya memberikan salah satu contoh Perangkat lunak untuk Komputer yang cukup sering digunakan dalam dunia GIS, yaitu ArcView. ArcView merupakan salah satu perangkat lunak desktop Sistem Informasi Geografis dan pemetaan yang telah dikembangkan oleh ESRI. Kemampuankemampuan perangkat SIG Arc View ini secara umum dapat dijabarkan sebagai berikut :

  • Pertukaran data : membaca dan menuliskan data dari dan ke dalam format perangkat lunak SIG lainnya.
  • Melakukan analisis statistik dan operasi-operasi matematis.
  • Menampilkan Informasi (basisdata) spasial maupun atribut.
  • Menjawab query spasial maupun atribut.
  • Melakukan fungsi-fungsi dasar SIG.
  • Membuat peta tematik.
  • Meng-customize aplikasi dengan menggunakan bahasa skrip.
  • Melakukan fungsi-fungsi SIG khusus lainnya (dengan menggunakan extension yang ditujukan untuk mendukung penggunaan perangkat lunak SIG Arc View).


Komponen-komponen pada ArcView :

  1. Project, project merupakan suatu unit organisasi tertinggi di dalam ArcView yang dapat digunakan untuk menyimpan, mengelompokkan, dan mengorganisasikan semua komponen-komponen program : view, theme, tabel, chart, layout, dan script dalam satu kesatuan yang utuh. Sebuah project merupakan kumpulan windows dan dokumen yang dapat diaktifkan dan ditampilkan selama bekerja dengan ArcView. Project Arc View diimplementasikan ke dalam sebuah file teks (ASCII) dengan nama belakang (extension) “.APR”.
  2. Theme, themes merupakan suatu bangunan dasar sistem ArcView. Themes merupakan kumpulandari beberapa layer ArcView yang membentuk suatu ‘tematik’ tertentu. Sumber data yang dapat direpresentasikan sebagai theme adalah shapefile, coverage (ArcInfo), dan citra raster. Satu set data theme sekurang-kurangnya terdiri dari tiga format data sebagai berikut :
    1. *.shp : file yang memuat data grafis/geometry
    2. *.shx : file yang memuat index grafis/geometry
    3. *.dbf : file dBASE yang memuat informasi atribut/keterangan
    4. View, view mengorganisasikan theme. Sebuah view merupakan representasi grafis informasi spasial dan dapat menampung beberapa “layer” atau “theme” informasi spasial (titik, garis, poligon, dan citra raster). Seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan manajemen data grafis dapat dilakukan pada View, mulai dari input data, manipulasi tampilan data grafis, sampai analisis data.
    5. Tabel, sebuah tabel merupakan representasi data. Sebuah tabel akan berisi informasi deskriptif mengenai layer tertentu. Setiap baris data (record) mendefinisikan sebuah entry (misalnya informasi mengenai salah satu poligon batas propinsi) di dalam basisdata spasialnya, setiap kolom (field) mendefinisikan atribut atau karakteristik dari entry (misalnya nama, luas, keliling, atau populasi suatu propinsi) yang bersangkutan. Pada data vektor, data yang tersimpan dalam table saling terkoneksi dengan data grafis pada view. Perubahan data pada table akan menyebabkan perubahan data grafis pada View dan juga sebaliknya.
    6. Layout, Layout digunakan untuk menggabungkan semua dokumen (view, abel, dan chart) ke dalam suatu dokumen yang siap cetak Dalam layout dapat dilakukan penambahan berbagai atribut peta sesuai dengan kaedah-kaedah kartografi yang berlaku.

ArcView dalam operasinya menggunakan, membaca dan mengolah data dalam format Shapefile, selain itu ArcView jaga dapat memanggil data-data dengan format BSQ, BIL, BIP, JPEG, TIFF, BMP, GeoTIFF atau data grid yang berasal dari ARC/INFO serta banyak lagi data-data lainnya. Setiap data spasial yang dipanggil akan tampak sebagai sebuah Theme dan gabungan dari theme–theme ini akan tampil dalam sebuah view. 

ArcView mengorganisasikan komponen-komponen programnya (view, theme, table, chart, layout dan script) dalam sebuah project. Project merupakan suatu unit organisasi tertinggi di dalam ArcView.

Salah satu kelebihan dari ArcView adalah kemampaunnya berhubungan dan berkerja dengan bantuan extensions. Extensions (dalam konteks perangkat lunak SIG ArcView) merupakan suatu perangkat lunak yang bersifat “plug-in” dan dapat diaktifkan ketika penggunanya memerlukan kemampuan fungsionalitas tambahan (Prahasta). Extensions bekerja atau berperan sebagai perangkat lunak yang dapat dibuat sendiri, telah ada atau dimasukkan (di-instal) ke dalam perangkat lunak ArcView untuk memperluas kemampuan-kemampuan kerja dari ArcView itu sendiri. Contoh-contoh extensions ini seperti Spasial Analyst, Edit Tools v3.1, Geoprocessing, JPEG (JFIF) Image Support, Legend Tool, Projection Utility Wizard, Register and Transform Tool dan XTools Extensions.

Minggu, 23 Februari 2020

SIG 3 - DATUM GEODETIK & UNIVERSAL TRANSVERSE MERCATOR

Terdapat beberapa pengertian Datum Geodetik atau Referensi Permukaan atau Georeferensi yaitu :

  1. Datum geodetik atau referensi permukaan atau georeferensi adalah parameter sebagai acuan untuk mendefinisikan geometri ellipsoid bumi serta orientasi sumbu koordinat terhadap tubuh bumi. Datum geodetik diukur menggunakan metode manual hingga yang lebih akurat lagi menggunakan satelit.
  2. Parameter sebagai acuan untuk mendefinisikan geometri ellipsoid bumi. Datum Geodetik diukur menggunakan metode manual, yang lebih akurat lagi dengan menggunakan satelit.

Jenis geodetik menurut metodenya:
Datum horizontal adalah datum geodetik yang digunakan untuk pemetaan horizontal. Dengan teknologi yang semakin maju, sekarang muncul kecenderungan penggunaan datum horizontal geosentrik global sebagai penggganti datum lokal atau regional.


Datum vertikal adalah bidang referensi untuk sistem tinggi ortometris. Datum vertikal digunakan untuk merepresentasikan informasi ketinggian atau kedalaman. Biasanya bidang referensi yang digunakan untuk sistem tinggi ortometris adalah geoid.



Jenis datum geodetik menurut luas areanya:
Datum lokal adalah datum geodesi yang paling sesuai dengan bentuk geoid pada daerah yang tidak terlalu luas. Contoh datum lokal di Indonesia antara lain: datum Genoek, datum Monconglowe, DI 74 (Datum Indonesia 1974), dan DGN 95 (Datum Geodetik Indonesia 1995).


Datum regional adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang bentuknya paling sesuai dengan bentuk permukaan geoid untuk area yang relatif lebih luas dari datum lokal. Datum regional biasanya digunakan bersama oleh negara yang berdekatan hingga negara yang terletak dalam satu benua. Contoh datum regional antara lain: datum indian dan datum NAD (North-American Datum) 1983 yang merupakan datum untuk negara-negara yang terletak di benua Amerika bagian utara.

Sedangkan Eurepean Datum 1989 digunakan oleh negara negara yang terletak di benua eropa, dan Australian Geodetic Datum 1998 digunakan oleh negara negara yang terletak di benua australia. Datum global adalah datum geodesi yang menggunakan ellipsoid referensi yang sesuai dengan bentuk geoid seluruh permukaaan bumi. 

Karena masalah penggunaan datum yang berbeda pada negara yang berdekatan maupun karena perkembangan teknologi penentuan posisi yang mengalami kemajuan pesat, maka penggunaan datum mengarah pada datum global. Datum datum global yang pertama adalah WGS 60, WGS66, WGS 72, awal tahun 1984 dimulai penggunaan datum WGS 84, dan ITRF.

Universal Transverse Mercator ( UTM ) 
adalah sistem untuk menetapkan koordinat ke lokasi di permukaan bumi . Seperti metode tradisional garis lintang dan bujur , ini adalah representasi posisi horizontal , yang berarti ia mengabaikan ketinggian dan memperlakukan bumi sebagai ellipsoid yang sempurna. Namun, ia berbeda dari garis lintang / bujur global karena ia membagi bumi menjadi 60 zona dan memproyeksikan masing-masing ke bidang sebagai dasar koordinatnya. Menentukan lokasi berarti menentukan zona dan koordinat x , y pada bidang itu. Proyeksi dari spheroid ke zona UTM adalah beberapa parameterisasi dari proyeksi Mercator transversal . Parameter bervariasi berdasarkan negara atau wilayah atau sistem pemetaan.

Sistem UTM membagi Bumi menjadi 60 zona, masing-masing memiliki garis bujur 6 °. Zona 1 mencakup garis bujur 180 ° hingga 174 ° W; penomoran zona meningkat ke timur ke zona 60, yang mencakup garis bujur 174 ° E hingga 180 °. Wilayah kutub selatan 80 ° S dan utara 84 ° N tidak termasuk.

Masing-masing dari 60 zona menggunakan proyeksi Mercator transversal yang dapat memetakan wilayah besar utara-selatan dengan distorsi rendah. Dengan menggunakan zona sempit 6 ° bujur (hingga 668 km) lebarnya, dan mengurangi faktor skala sepanjang meridian pusat menjadi 0,9996 (pengurangan 1: 2500), jumlah distorsi ditahan di bawah 1 bagian dalam 1.000 bagian dalam. setiap zona. Distorsi skala meningkat menjadi 1,0010 pada batas zona di sepanjang garis khatulistiwa .

Di setiap zona faktor skala meridian pusat mengurangi diameter silinder melintang untuk menghasilkan proyeksi garis potong dengan dua garis standar , atau garis skala sebenarnya, sekitar 180 km di setiap sisi, dan sekitar sejajar dengan, garis tengah pusat ( Arc cos 0,9996 = 1,62 ° di Ekuator). Skala kurang dari 1 di dalam garis standar dan lebih besar dari 1 di luarnya, tetapi distorsi keseluruhan diminimalkan.



Rabu, 19 Februari 2020

RANCANGAN PERCOBAAN - 2. RAK & RAL


Rancangan Acak Lengkap (RAL)

     Suatu percobaan yang digunakan homogen atau tidak ada faktor lain yang mempengaruhi respon di luar faktor yang diteliti. Pada rancangan acak lengkap (RAL) digunakan jika kondisi unit percobaan yang digunakan relatif homogen. Penerapan perlakuan terhadap unit percobaan dilakukan secara acak terhadap seluruh unit percobaan. Seperti percobaan-percobaan yang dilakukan di laboratorium atau rumah kaca yang pengaruh lingkungannya lebih mudah dikendalikan.



     Rancangan acak lengkap dipergunakan jika variabel luar tidak diketahui, atau bila pengaruh variabel ini yang sengaja tidak dikontrol terhadap variasi subyek, adalah sangat kecil. Rancangan ini juga dipakai jika diketahui bahwa subyek keadaannya seragam dan inferensi yang dibuat berdasarkan hasil percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat percobaan tidak dimaksudkan sebagai inferensi yang bersifat luas serta berlaku untuk populasi yang lebih beragam. Oleh karena itu, rancangan ini tidak disarankan jika hasil ujinya dipergunakan untuk inferensi populasi yang lebih beragam


    RAL selain perlakuan, semua harus sama (homogen), hal ini membawa konsekuensi bahwa, selain perlakuan tidak ada faktor lain yang dianggap berpengaruh terhadap hasil pengamatan. Oleh karena itu dapat diajukan suatu model analisis :



Yijk = μ + τi + εij


Yijk = nilai pengamatan pada perlakuan ke-i & ulangan ke-j

μ = nilai tengah umum
τi = pengaruh perlakuan ke-i
εij = galat percobaan pada perlakuan ke-i & ulangan ke-j


    Kelebihan RAL adalah perhitungannya sederhana. RAL dapat diterapkan pada percobaan dengan ulangan pengamatan sama dan tidak sama. Keuntungan menggunakan RAL antara lain :

1. Rancangan percobaannya lebih mudah.

2. Apabila jumlah perlakuan hanya sedikit, dimana derajat bebas 

    galatnya juga kecil

3. Analisis statistik terhadap data percobaan sederhana.
4. Fleksibel dalam jumlah penggunaan perlakuan dan ulangan 

    (dapat dilakukan pada ulangan yang tidak sama).

5. Terdapat alternatif analisis nonparametrik yang sesuai.
6. Permasalahan data hilang dapat mudah ditangani
7. Tidak memmerlukan tingkat pemahaman yang tinggi mengenai 

    bahan percobaan



    Kekurangan RAL antara lain adalah :
1. Terkadang tidak efisien.
2. Tingkat ketepatan (presisi) mungkin tidak terlalu memuaskan 

    kecuali unit percobaab benar-benar homogen

3. Pengulangan percobaan yang sama mungkin tidak konsisten 
    (lemah) apabila satuan percobaan tidakbenar-benarhomogen 
    terutama apabila jumlah ulangannya sedikit



Rancangan Acak Kelompok (RAK)

    Rancangan Acak Kelompok (RAK) adalah suatu ranangan acak yang dilakukan dengan mengelompokkan satuan percobaan kedalam grup-grup yang homogen yang dinamakan kelompok dan kemudian menentukan perlakuan secara acak di dalam masing-masing kelompok. Pengelompokan digunakan untuk usaha memperkecil galat, dan untuk membuat kragaan satuan-satuan percobaan di dalam masing-masing kelompok sekecil mungkin sedangkan perbedaan antar kelompok sebesar mungkin.

    Jika pada RAL satuan percobaan yang digunakan harus homogen maka pada RAK tidak perlu homogen, dan untuk ketidak homogenan tersebut akan dikelompokkan menjadi satuan-satuan yang mendekati homogen, dengan demikian dapat dikatakan bahwa tujuan dari pengelompokkan adalah untuk menjadikan keragaman dalam kelompok menjadi sekecil mungkin dan keragaman antar kelompok sebesar mungkin. 



Model analisis RAK adalah sebagai berikut :

Yij = μ + τi + βj + εij



Yij = nilai pengamatan pada perlakuan ke – i kelompok ke – j
μ = nilai tengah umum
τi = pengaruh perlakuan ke - i
βj = pengaruh kelompok ke - j
εij = galat percobaan pada perlakuan ke-i & kelompok ke-j
p = banyaknya perlakuan
r = banyaknya kelompok / ulangan



    Kelebihan RAK antara lain sebagai berikut :

1. Lebih efisien dan akurat dibandigkan dengan RAL 
    (Pengelompokan yang efektif dapat meunurukan jumlah kuadrat 
    galat, sehingga akan meningkatkantingkat ketepatan atau bisa 

    mengurangi julah ulangan)

2. Lebih fleksibel (Banyaknya perlakuan, Banyaknya 
    ulangan/kelompok, dan Tidak semua kelompok memerlukan 

    ulangan yang sama)

3. Penarikan kesimpulan lebih luas karena kita bisa juga melihat 

    perbedaan diantara kelompok

4. Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis dan  

    lain-lain.


    Kekurangan RAK antara lain adalah :

1. Memerlukan asumsi tambahan untuk beberapa uji hipotesis.
2. Interaksi antar kelompok perlakuan sangat sulit.
3. Peningkatan ketepatan pengelompokan akan menurun dengan 
    semakin meningkatnya jumlah satuan percobaan dalam 

    kelompok.

4. Derajat bebas kelompok akan menurunkan derajat bebas galat, 
    sehingga sensitifitasnya akan menurun terutama apabila jumlah 
    perlakuannya sedikit atau keragaman dalam satuan percobaan 

    kecil (homogen).

5. Memerlukan pemahaman tambahan tentang keragaman satuan 

    percobaan untuk suksesnya pengelompokan.

6. Jika ada data yang hilangmemerlukan perhitungan yang rumit.

Senin, 17 Februari 2020

SIG - 2 . KONSEP DESAIN DATABASE

Database (Basis data) merupakan kumpulan dari file / arsip / data yang saling berhubungan yang tersimpan di simpanan luar komputer atau dalam media penyimpanan tertentu untuk memanipulasinya. Basis data diorganisasikan sedemikian rupa sehingga untuk nantinya dapat dimanfaatkan dengan efektif dan efisien serta mudah. Desain Database atau basis data adalah proses menghasilkan detail (rinci) model data dari basis data (database).

Tujuan dari desain database adalah untuk menentukan data-data yang dibutuhkan dalam sistem, sehingga informasi yang dihasilkan dapat terpenuhi dengan baik. Terdapat beberapa alasan mengapa desain database perlu untuk dilakukan, salah satu adalah untuk menghindari pengulangan data (data redundancy).

Dalam KONSEP DATABASE ini terdapat beberapa istilah dalam Analisis Kebutuhan diantara nya :

1. DFD ( Data Flow Diagram )
Data Flow Diagram (DFD) memberikan sebuah model tampilan visual yang menggambarkan aliran data atau informasi dalam sebuah sistem. Penggambaran DFD menyatakan dari mana/siapa(orang yang terlibat dalam proses system) datangnya informasi, dan dikirim kemana/ke pada siapa(orang yang terlibat dalam proses system) informasi tersebut dibutuhkan untuk di simpan dan diakses.

2. ERD ( Entity Relationship Diagram )
Diagram Hubungan Entitas atau entity relationship diagram merupakan model data berupa notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang menggambarkan hubungan antara penyimpan. Model data sendiri merupakan sekumpulan cara, peralatan untuk mendeskripsikan data-data yang hubungannya satu sama lain, semantiknya, serta batasan konsistensi. Model data terdiri dari model hubungan entitas dan model relasional. Diagram hubungan entitas ditemukan oleh Peter Chen dalam buku Entity Relational Model-Toward a Unified of Data. Chen mencoba merumuskan dasar-dasar model dan setelah itu dikembangkan dan dimodifikai oleh Chen dan banyak pakar lainnya. Pada saat itu diagram hubungan entitas dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak yang juga merupakan modifikasi khusus, karena tidak ada bentuk tunggal dan standar dari diagram hubungan entitas.

3. STD ( State Transition Diagram )
Diagram transaksi keadaan atau state transition diagram (STD) adalah diagram yang digunakan untuk menggambakan keadaan keadaan yang menjadi perilaku sistem berikut perubahan atau transisinya.

Dalam Konsep Desain Database terdapat beberapa Model Desain :
1. Data Design
  • Mengubah Informasi Menjadi Struktur data untuk mengimplementasikan software.
  • Data design dibuat berdasarkan data dictionary dan ERD
2. Architectural Design
  • Mendefinisikan relasi antara elemen elemen struktural
  • Utamanya adalah pola desain yang digunakan untuk mencapai kebutuhan yang ditentukan
  • Desain Ini berdasarkan spesifikasi sistem serta model
  • Analisis (Bagian DFD) dan Interaksi antara sub sistem
3. Interface Design
  • Merupakan desain yang menggambarkan bagaimana cara sistem berkomunikasi dengan user atau pengguna sistem.
4. Yang terakhir adalah Component System Design



TUJUAN PERANCANGAN DATABASE:

1. Untuk memenuhi informasi yang berisi kebutuhanûkebutuhan user secara khusus dan aplikasinya.
2. Memudahkan pengertian struktur informasi
3. Mendukung kebutuhanûkebutuhan pemrosesan dan beberapa objek penampilan (respone time, processing time dan strorage space).

Dalam Penyusunan serta perancangan Database, Terdapat 6 Fase yaitu :

1. Pengumpulan dan analis
a. Menentukan kelompok pemakai dan bidang-bidang aplikasinya
b. Peninjauan dokumentasi yang ada
c. Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan data
d. Daftar pertanyaan dan wawancara

2. Perancangan database secara konseptual
a. Perancangan skema konseptual
b. Perancangan transaksi

3. Pemilihan DBMS
a. Faktor teknis
b. Faktor Ekonomi dan Politik organisasi

4. Perancangan database secara logik (data model mapping)
a. Pemetaan (Transformasi data)
b.Penyesuaian skema ke DBMS

5. Perancangan database secara fisik
a. Response Time
b. Space Utility
c. Transaction Throughput

6. Phase Implementasi Sistem Database

Beberapa contoh Aplikasi yang dapat digunakan dalam Perancangan Desain Database adalah :

1. Microsoft Access
2. Microsoft SQL
3. My SQL
4. Postgre SQL
5. Oracle
6. Informix
7. DB2

RANCANGAN PERCOBAAN - 1 . PENDAHULUAN

Perancangan percobaan atau biasa disebut rancangan percobaan (Design of Experiment) adalah kajian mengenai penentuan dimana kerangka dasar serta kegiatan pengumpulan informasi terhadap objek yang memiliki variasi (stokastik), berdasarkan prinsip-prinsip statistika.


Bidang ini merupakan salah satu cabang yang cukup penting dalam statistika inferensial dan diajarkan di banyak cabang ilmu pengetahuan di perguruan tinggi karena berkaitan erat dengan pelaksanaan percobaan (eksperimen).


Perancangan percobaan dapat dikatakan sebagai "jembatan" bagi peneliti untuk bergerak dari hipotesis menuju pada eksperimen agar memberikan hasil yang valid secara ilmiah. Dengan demikian, perancangan percobaan dapat dikatakan sebagai salah satu instrumen dalam metode ilmiah.


PRINSIP PERANCANGAN PERCOBAAN

1. Pengacakan (Randomization)
Pengacakan adalah proses memasangkan masing masing level pada tiap faktor dengan acak dalam sebuah percobaan. Pengacakan dilakukan sebagai jaminan akan peluang yang sama bagi setiap satuan percobaan untuk mendapat suatu perlakuan.

2. Pengulangan (Replication)
Pengukuran biasanya selalu memiliki variasi dan ketidakpastian. Dengan mengulangi keseluruhan percobaan, akan bisa membantu mengidentifikasi sumber dari variasi tersebut.

3. Blocking
Blocking adalah mengatur percobaan menjadi beberapa group (block) yang masing masing group berisi faktor yang sejenis. Blocking membantu untuk mengetahui apakah ada pengaruh block terhadap hasil percobaan.

4. Ortgonal
Ortogonalitas adalah prinsip yang penting dalam hal rancangan-rancangan berblok tidak lengkap atau data tidak setimbang (unbalanced). Ortogonalitas menjamin bahwa pendugaan (estimation) dapat dilakukan. Selain itu, ortogonalitas akan menjaga agar efisiensi suatu rancangan tetap tinggi.

5. Factorial Experiment
Factorial experiment berati, dalam percobaan semua level dari tiap faktor di perhitungkan, bukan mengubah satu persatu faktor yang ada. Metode ini membuat percobaan menjadi lebih efisien.

MENGAPA DALAM SEBUAH PENELITIAN PERLU ADANYA RANCANGAN PERCOBAAN

1. Memperbaiki proses hasil

2. Mengurangi keragaman

3. Mengurangi waktu penelitian

4. Mengurangi biaya


RANCANGAN LINGKUNGAN

1. Rancangan Acak Lengkap (RAL)

2. Rancangan Acak Kelompok (RAK)

3. Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL)

4. Rancangan Petak Terbagi (RPT)


KONSEP PENGUMPULAN DATA :
Peneliti mengadakan percobaan yang pada hakikatnya adalah mengadakan pengukuran dari suatu respon sebagai akibat pengaruh perlakuan tertentu. Dimana Perubah (Variables) ,apa yang akan kita ukur, alatnya apa serta bagaimana cara mengadakan pengukuran tersebut.

Rabu, 05 Februari 2020

SIG - 1 : REMOTE SENSING (PENGINDERAAN JARAK JAUH)

1. Definisi
  • Menurut ( Lillesand dan Kiefer, 1994 ), Penginderaan Jarak Jauh adalah ilmu dan Teknologi untuk Memperoleh informasi tentang Objek, wilayah atau fenomena dengan menggunakan suatu alat tanpa melakukan kontak langsung dengan objek, wilayah atau gejala yang dikaji. 
  • Bisa dibilang Penginderaan Jarak jauh adalah perekaman, Pengamatan serta pemahaman Objek yang jauh.
  • Dilansir dari situs gurupendidikan.co.id, Menurut ( Samhis,2019 ) Penginderaan Jauh merupakan sebuah metode dalam pengukuran dari sebuah objek atau sebuah fenomena yang dilakukan oleh sebuat alat yang dimana alat tersebut tidak melakukan kontak dengan objek tersebut. Menurutnya, beberapa alat yang digunakan seperti pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal, atau alat lainnya.
  • Menurut Colwell (1984), Penginderaan jauh merupakan pengukuran atau perolehan data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau jauh dari objek yang diindera.
  • Menurut ( Martono, 1987 ), Yang dimaksud Remote Sensing ialah metode system identifikasi alam dan atau penentuan kondisi obyek di atas permukaan bumi dan di bawah maupun di atasnya dengan sarana pengamatan dari pelataran laut, udara maupun ruang angkasa.

Yang Pertama Kalinya mengaplikasikan Penginderaan jauh adalah Kantor Perpajakan di Negara USA.



2. Bentuk Bentuk Penginderaan Jauh

Pasif 

Sistem Penginderaan Jauh ini memanfaatkan energi pantulan dari Radiasi Gelombang Elektromagnetik atau Menyerap energi dari bumi, seperti kamera dan Detektor Inframerah Panas.

Aktif

Sistem Penginderaan Jauh ini mengirimkan energi mereka keluar dan Mencatat bagian pantulan dari energi Permukaan bumi, seperti system pemotretan radar.


3. Radiasi Elektromagnetik
  •  Merupakan bentuk energi dengan sifat gelombang, yang dimana sumber utamanya merupakan matahari.
  •  Karakteristik Radiasi elektromagnetik merupakan hal yang sangat penting untuk memahami penginderaan jauh, yaitu :
    • Panjang Gelombang
    • Frekuensi
  • SPEKTRUM ELEKTROMAGNETIK ⟶ Merupakan Perjalanan Energi sinar Matahari dalam bentuk gelombang pada kecepatan Cahaya ( C = 3.10⁸ m/s )
  • Panjang Gelombang (λ) merupakan panjang satu siklus, sedangkan frekuensi (μ) merupakan jumlah siklus panjang gelombang yang melalui titik tertentu per unit waktu, dengan satuan heartz.
  • Sinar Matahari Dapat Sampai ke bumi dalam 2 Cara :
    • TRANSMISI
      • Yaitu Gelombang sebagian melewati batas medium dan merambat menuju Medium selanjutnya
    • REFLEKSI
      • Yaitu Gelombang merambat balik kembali ke medium pertama.

4. Keunggulan Penginderaan Jauh
  • Menurut ( Sutanto, 1994 ), Penggunaan penginderaan Jauh baik diukur dari jumlah bidang penggunaannya maupun dari frekuensi penggunaannya pada tiap bidang mengalami peningkatan dengan pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa factor antara lain :
    • Citra menggambarkan obyek, daerah dan gejala di permukaan bumi dengan wujud dan letak obyek yang mirip ujud dan letak di permukaan bumi, relatif lengkap, meliputi daerah yang luas serta bersifat permanen.
    • Dari jenis Citra tertentu dapat ditimbulkan gambaran 3 dimensional apabila pengamatannya dilakukan dengan alat yang disebut stereoskop.
    • Karakteristik Obyek yang tidak tampak dapat diwujudkan dalam bentuk citra sehingga dimungkinkan pengenalan obyeknya.
    • Merupakan Satu satunya cara untuk pemetaan daerah bencana
    • Citra sering dibuat dengan periode ulang yang pendek

5. Kelemahan Penginderaan Jauh
  • Walaupun memiliki banyak kelebihan, penginderaan jauh juga memiliki kelemahan antara lain sebagai berikut :
    • Orang yang menggunakan tidak bisa orang sembarangan yang dimana harus memiliki kemampuan khusus
    • Peralatan yang digunakan memakan biaya yang tidak sedikit, alias dapat dikatakan mahal.
    • Sulit untuk memperoleh citra foto ataupun citra nonfoto.

6. Manfaat Penginderaan jauh
Berikut merupakan beberapa manfaat penginderaan jauh dalam berbagai bidang.
  • BID. KELAUTAN
    • Pengamatan Sifat Fisis Air Laut
    • Pengamatan Pasang surut air laut dan gelombang laut
    • Pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi dan yang lainnya.
  • BID. GEOLOGI
    • Menentukan Struktur geologi dan macamnya
    • Pemantauan distribusi sumber daya alam
    • Pemanfaatan di bidang pertahanan dan militer
  • BID. METEOROLOGI & KLIMATOLOGI
    • Membantu analisis cuaca dengan menentukan daerah tekanan rendah dan daerah bertekanan Tinggi, daerah hujan, badai siklon.
    • Mengetahui sistem atau pola angin permukaan
  • BID. OSEANOGRAFI
    • Pengamatan sifat fisis air seperti suhu, warna, kadar garam dan arus laut.
    • Mencari distribusi suhu permukaan.


DAFTAR PUSTAKA

K. Martono. 1987. Hukum Udara, Angkutan Udara Dan Hukum Angkasa. Bandung. Alumni Press.

Lillesland, Thomas. M dan Ralph W. Kiefer. 2007. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.

Sutanto, R. 1994. Pengetahuan Dasar Interpretasi Citra. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Setiawan, Samhis. 2019. https://www.gurupendidikan.co.id/penginderaan-jauh/. Diposting pada 23 Desember 2019.