AHMAD
ZAYDAN HANIF – 18025010086
PENYAKIT
KUDIS PADA BUAH MANGGA
Tanaman
mangga merupakan tanaman yang sangat tidak asing dalam hal pemeliharaan nya
khususnya di Indonesia, tanaman ini memang sangat familiar dalam hal di
tumbuhkan khususnya di pekarangan rumah. Berbagai varietas telah di temukan
dengan karakteristik nya masing masing. Namun secara umum, terdapat beberapa
ciri khusus pada bagian tanaman, yang mana dibawah ini adalah ciri ciri bagian
tanaman mangga yang normal atau dengan tumbuh kembang yang optimal, yaitu diantaranya
adalah :
1. Akar
Pohon Mangga
Akar
ini memiliki karakteristik yang sangat kuat dan panjang. Panjang akar dari
pohon manga ini biasanya bisa mencapai kedalaman hingga 6 meter dari permukaan
tanah.
2. Batang
Pohon Mangga
Batang
pohon mangga memiliki karaktersitik yang senderung lunak. Batang tanaman ini
memiliki ciri-ciri tegak, besar, keras, dan kuat. Hal ini dikarenakan batang
pohon mangga memiliki cambium yang merupakan lapisan jaringan yang selnya aktif
membelah. Tekstur kulit pada batang pohon mangga ini cenderung tabal dan kasar.
Apabila kulit ini terluka, maka akan mengeluarkan getah. Untuk warna kulit
batang pohon mangga ini adalah coklat muda hingga cokelat kehitamanan. Pohon
mangga juga mempunyai cabang dan ranting yang ditumbuhi banyak daun.
3. Daun
Pohon Mangga
Karakteristik
daun pada pohon mangga berwarna hijau dan berbentuk melebar panjang dengan
ujung yang runcing tergantung varietasnya. Daun pohon mangga ini memiliki
tulang daun yang menyirip.
4. Bunga
Pohon Mangga
Bunga
pohon mangga ini berbentuk majemuk. Dimana bunga yang terdapat di setiap tandan
tanaman ini berjumlah sekitar seribu sampai delapan ribu kuntum. Di setiap
kuntum bunganya, memiliki ukuran yang kecil sekitar 6 sampai 8 mm.
5. Buah
Pohon Mangga
warna
dari buah mangga ketika belum masak alias matang adalah hijau. Namun apabila
sudah matang maka buah akan memiliki warna kuning kemerah-merahan. Tetapi perlu
diketahui bahwa, ada juga jenis buah mangga yang tetap memiliki warna hijau
ketika sudah matang. Biasanya umur mangga yang sudah mulai berbuah adalah empat
tahuh untuk pohon mangga cangkokan, sedangkan untuk pohon mangga okulasi akan
mulai berbuah berumur 5 sampai 6 tahun.
Tanaman
mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa
kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di daerah basah,
tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika
bunga muncul pada saat hujan. Pada Media Tanam, Tanah yang baik untuk budidaya
mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Derajat
keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di bawah 5,5
sebaiknya dikapur dengan dolomit. Banyak riset yang mengatakan bahwa Mangga
yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl
menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di
dataran tinggi.
Dalam
pelaksanaan PKT (Pengelolaan Kesehatan Tanaman) secara terpadu ini terdiri dari
beberapa Langkah, yaitu :
-
Menggunakan bibit ataupun
benih yang berkualitas pada varietas mangga apapun. Jenis mangga pun harus di
sesuaikan dengan lingkungan sekitar. Penentuan varietas biasanya dilihat dari
varietas yang memang sudah banyak dan terbukti berhasil di budidayakan di
daerah tertentu.
-
Lahan yang digunakan akan
dibersihkan dari semak-semak dan tanaman liar, kemudian dilakukan pengukuran
jarak tanam dan ditandai dengan pancang pada titik tanam. Jarak tanam pohon
mangga idealnya 10 m x 10 m atau 12 m x 12 m. Buat lubang tanam pada titik
tanam yang sudah ditentukan. Pada tanah yang bertekstur keras lubang tanam
dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m x 1 m. Sedangkan pada tanah bertekstur gembur
lubang tanam bisa lebih kecil, yaitu sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm.
-
Bibit dimasukkan pada
lubang tanam tepat dibagian tengah lubang. Bibit mangga hendaknya ditanam
sebatas leher akar saja. Lakukan penanaman pada sore hari atau pagi hari,
kemudian setelah selesai penanaman, bibit disiram secukupnya. Penanaman bibit
mangga sebaiknya dilakukan pada musim hujan.
-
Beberapa kegiatan dalam
merawat tanaman mangga antara lain ; penyulaman, penyiraman dan penyiangan.
Llakukan pengontrolan tanaman secara rutin dan segera sulam tanaman yang mati,
terserang penyakit atau tanaman yang pertumbuhannya tidak normal. Pada masa –
masa awal tanaman mangga kecil memerlukan air yang cukup supaya pertumbuhannya
baik. Lakukan penyiraman jika tidak turun hujan dan tanah disekitar pangkal
batang tanaman mengering. Pemeliharaan selanjutnya adalah penyiangan gulma atau
rumput liar.
-
Melaksanakan Pemangkasan,
Pemangkasan bentuk tanaman mangga pertama dilakukan pada umur 1 – 1,5 tahun.
Pemangkasan dilakukan pada ketinggian 60 cm diatas tanah. Tunas yang tumbuh
dipelihara 3 batang dan pilihlah tunas yang paling baik, sehat dan tumbuh
keatas. Pemangkasan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2 tahun. Pemangkasan
dilakukan saat musim penghujan. Pemangkasan kedua ini dilakukan dengan jarak 30
– 35 cm diatas bekas pemabgkasan pertama. Pemangkasan ketiga dilakukan ketika
tanaman berumur 3 tahun. Jarak pemangkasan ketiga adalah 30 – 35 cm diatas
bekas pemangkasan kedua.
-
Pemberian pupuk pada
tanaman, pupuk yang baik untuk tanaman mangga terdapat beberapa macam, yaitu pupuk
kandang/kompos, NPK, dan Urea. Dosis pemberian pupuk disesuaikan dengan tahap
pertumbuhan tanaman. Semakin bertambah usia tanaman maka kebutuhan pupuk juga
semakin banyak.
-
Jika bibit tanaman
berasal dari hasil okulasi, biasanya tanaman mangga akan mulai berbunga ketika
berusia 3 atau 4 tahun setelah tanam. Pembuahan berlangsung antara pertengahan
agustus s/d desember. Panen buah mangga disesuaikan dengan kebutuhan, bisa
dipanen ketika buah masih muda atau dipanen ketika buah sudah cukup tua dan
hampir matang. Tanda-tanda buah mangga yang sudah tua adalah warna kulitnya
yang sudah berubah menjadi hijau tua atau kebiruan.
Terdapat detil yang saya tambahkan untuk menunjang
keberlangsungan PKT khususnya pada tanaman mangga ini adalah Pengadaan pohon
pelindung di dekat tanaman mangga itu sendiri. Pohon pelindung sendiri ditanam
untuk menahan hembusan angin yang kuat yang dapat mengakibatkan tanaman rubuh.
Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi.
Penyakit yang saya jadikan bahasan adalah Kudis pada
buah mangga yang mana Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun. Gejalanya
sendiri adalah adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu.
Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan. Dalam hal pengendaliannya, dapat
menggunakan fungisida Dithane M-45, juga Manzate atau Pigone tiga kali seminggu
dan memangkas tangkai bunga yang terserang.