Batman Begins - Help Select

Rabu, 16 Desember 2020

PENYAKIT KUDIS PADA TANAMAN MANGGA

 

AHMAD ZAYDAN HANIF – 18025010086

PENYAKIT KUDIS PADA BUAH MANGGA

Tanaman mangga merupakan tanaman yang sangat tidak asing dalam hal pemeliharaan nya khususnya di Indonesia, tanaman ini memang sangat familiar dalam hal di tumbuhkan khususnya di pekarangan rumah. Berbagai varietas telah di temukan dengan karakteristik nya masing masing. Namun secara umum, terdapat beberapa ciri khusus pada bagian tanaman, yang mana dibawah ini adalah ciri ciri bagian tanaman mangga yang normal atau dengan tumbuh kembang yang optimal, yaitu diantaranya adalah :

1.     Akar Pohon Mangga

Akar ini memiliki karakteristik yang sangat kuat dan panjang. Panjang akar dari pohon manga ini biasanya bisa mencapai kedalaman hingga 6 meter dari permukaan tanah.

 

2.     Batang Pohon Mangga

Batang pohon mangga memiliki karaktersitik yang senderung lunak. Batang tanaman ini memiliki ciri-ciri tegak, besar, keras, dan kuat. Hal ini dikarenakan batang pohon mangga memiliki cambium yang merupakan lapisan jaringan yang selnya aktif membelah. Tekstur kulit pada batang pohon mangga ini cenderung tabal dan kasar. Apabila kulit ini terluka, maka akan mengeluarkan getah. Untuk warna kulit batang pohon mangga ini adalah coklat muda hingga cokelat kehitamanan. Pohon mangga juga mempunyai cabang dan ranting yang ditumbuhi banyak daun.

 

3.     Daun Pohon Mangga

Karakteristik daun pada pohon mangga berwarna hijau dan berbentuk melebar panjang dengan ujung yang runcing tergantung varietasnya. Daun pohon mangga ini memiliki tulang daun yang menyirip.

 

4.     Bunga Pohon Mangga

Bunga pohon mangga ini berbentuk majemuk. Dimana bunga yang terdapat di setiap tandan tanaman ini berjumlah sekitar seribu sampai delapan ribu kuntum. Di setiap kuntum bunganya, memiliki ukuran yang kecil sekitar 6 sampai 8 mm.

 

5.     Buah Pohon Mangga

warna dari buah mangga ketika belum masak alias matang adalah hijau. Namun apabila sudah matang maka buah akan memiliki warna kuning kemerah-merahan. Tetapi perlu diketahui bahwa, ada juga jenis buah mangga yang tetap memiliki warna hijau ketika sudah matang. Biasanya umur mangga yang sudah mulai berbuah adalah empat tahuh untuk pohon mangga cangkokan, sedangkan untuk pohon mangga okulasi akan mulai berbuah berumur 5 sampai 6 tahun.

 

 

 

 

 

Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan. Pada Media Tanam, Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di bawah 5,5 sebaiknya dikapur dengan dolomit. Banyak riset yang mengatakan bahwa Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi.

 

Dalam pelaksanaan PKT (Pengelolaan Kesehatan Tanaman) secara terpadu ini terdiri dari beberapa Langkah, yaitu :

-        Menggunakan bibit ataupun benih yang berkualitas pada varietas mangga apapun. Jenis mangga pun harus di sesuaikan dengan lingkungan sekitar. Penentuan varietas biasanya dilihat dari varietas yang memang sudah banyak dan terbukti berhasil di budidayakan di daerah tertentu.

-        Lahan yang digunakan akan dibersihkan dari semak-semak dan tanaman liar, kemudian dilakukan pengukuran jarak tanam dan ditandai dengan pancang pada titik tanam. Jarak tanam pohon mangga idealnya 10 m x 10 m atau 12 m x 12 m. Buat lubang tanam pada titik tanam yang sudah ditentukan. Pada tanah yang bertekstur keras lubang tanam dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m x 1 m. Sedangkan pada tanah bertekstur gembur lubang tanam bisa lebih kecil, yaitu sekitar 60 cm x 60 cm x 60 cm.

-        Bibit dimasukkan pada lubang tanam tepat dibagian tengah lubang. Bibit mangga hendaknya ditanam sebatas leher akar saja. Lakukan penanaman pada sore hari atau pagi hari, kemudian setelah selesai penanaman, bibit disiram secukupnya. Penanaman bibit mangga sebaiknya dilakukan pada musim hujan.

-        Beberapa kegiatan dalam merawat tanaman mangga antara lain ; penyulaman, penyiraman dan penyiangan. Llakukan pengontrolan tanaman secara rutin dan segera sulam tanaman yang mati, terserang penyakit atau tanaman yang pertumbuhannya tidak normal. Pada masa – masa awal tanaman mangga kecil memerlukan air yang cukup supaya pertumbuhannya baik. Lakukan penyiraman jika tidak turun hujan dan tanah disekitar pangkal batang tanaman mengering. Pemeliharaan selanjutnya adalah penyiangan gulma atau rumput liar.

-        Melaksanakan Pemangkasan, Pemangkasan bentuk tanaman mangga pertama dilakukan pada umur 1 – 1,5 tahun. Pemangkasan dilakukan pada ketinggian 60 cm diatas tanah. Tunas yang tumbuh dipelihara 3 batang dan pilihlah tunas yang paling baik, sehat dan tumbuh keatas. Pemangkasan kedua dilakukan ketika tanaman berumur 2 tahun. Pemangkasan dilakukan saat musim penghujan. Pemangkasan kedua ini dilakukan dengan jarak 30 – 35 cm diatas bekas pemabgkasan pertama. Pemangkasan ketiga dilakukan ketika tanaman berumur 3 tahun. Jarak pemangkasan ketiga adalah 30 – 35 cm diatas bekas pemangkasan kedua.

 

-        Pemberian pupuk pada tanaman, pupuk yang baik untuk tanaman mangga terdapat beberapa macam, yaitu pupuk kandang/kompos, NPK, dan Urea. Dosis pemberian pupuk disesuaikan dengan tahap pertumbuhan tanaman. Semakin bertambah usia tanaman maka kebutuhan pupuk juga semakin banyak.

-        Jika bibit tanaman berasal dari hasil okulasi, biasanya tanaman mangga akan mulai berbunga ketika berusia 3 atau 4 tahun setelah tanam. Pembuahan berlangsung antara pertengahan agustus s/d desember. Panen buah mangga disesuaikan dengan kebutuhan, bisa dipanen ketika buah masih muda atau dipanen ketika buah sudah cukup tua dan hampir matang. Tanda-tanda buah mangga yang sudah tua adalah warna kulitnya yang sudah berubah menjadi hijau tua atau kebiruan.

Terdapat detil yang saya tambahkan untuk menunjang keberlangsungan PKT khususnya pada tanaman mangga ini adalah Pengadaan pohon pelindung di dekat tanaman mangga itu sendiri. Pohon pelindung sendiri ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat yang dapat mengakibatkan tanaman rubuh. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi.

Penyakit yang saya jadikan bahasan adalah Kudis pada buah mangga yang mana Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun. Gejalanya sendiri adalah adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan. Dalam hal pengendaliannya, dapat menggunakan fungisida Dithane M-45, juga Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang.